"Halo Cinta! Eitss.. kamu tidak perlu jawab. Sampai bertemu kembali ya!" Saya serta sahabatku Anggy selekasnya bergerak tinggalkan Rara dengan kernyit di dahinya.
Kelas Pak Dani sudah selesai. Saya serta Anggy ke arah kantin yang tidak demikian jauh dari kelas kami untuk nikmati santap siang. Sebab semenjak pagi barusan saya memang lupa sarapan hingga saya betul-betul terasa lapar sekarang ini. Kami pilih duduk di teras kantin.
"Anggy, makanannya terserah kamu saja. Janganlah lupa, pesankan saya pun kopi hitam dengan perasaan jahe, ya?" Pintaku.
"Oke, Yan!" Sahut Anggy.
Saat menanti Anggy memesankan makanan, Rara masuk ke kantin yang sama tempat saya serta Anggy ingin melepas perasaan lapar yang sudah ada hampir tidak dapat kembali ditahan. Rara menatapku dengan muka yang datar tiada melemparkan senyuman. Walaupun demikian, keindahan mukanya masih terbangun walau dia tidak tersenyum.
Baca Juga: pengertian internet menurut para ahli
Saya juga lakukan hal sama dengannya, seolah saya belumlah kenal Rara. Memang sich, sebenarnya saya serta Rara tidak sama-sama kenal serta saya cuma sok kenal saja. Hahaha. Saya tahu namanya saat Pak Dani menyebut nama kami satu-satu bertanya kedatangan kami di kelas.
Artikel Terkait: sejarah perkembangan internet di indonesia
Serta waktu nama Rara dijelaskan, saya melihat ke arahnya. Pandangan itu yang membuatku ingin tahu dengannya. Takjub? ya, itu yang terlintas di hatiku.
"Kamu ingin duduk di sini?" Saya menyodorkan kursi yang berada di sebelahku, akan tetapi Rara tidak menanggapi dengan selalu berjalan ke arah meja yang ada pas di muka meja yang saya menempati.
"Rayyan serta Anggy, ini pesanan kalian ya, silakan!" Kata Bu Rika, pelayan sekaligus juga pemilik kantin.
"Baik, terima kasih ya Bu!" Balas Anggy serta saya cuma mengangguk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar