Hari Kamis, 04 Oktober 2018 ialah hari pertama saya mengawali cerita ini, menyimpan takjub pada Rara. Saya pun tidak menduga, kok dapat semacam ini serta pada hari-hari awal mulanya rasa-rasanya biasa saja. Akan tetapi, saya barusan mengerti jika saya telah lama tidak kembali mempunyai kedekatan dengan seseorang wanita mana saja sejak saya dibiarkan sekaligus juga berpisah dengan wanita yang begitu saya damba-dambakan. Yang sudah sempat mengikat janji untuk dapat menyatu.
Kenyataanya berlainan, wanita itu malah pilih pria lainnya yang disebut orang yang dijodohkan oleh orang tuanya dengannya. Tetapi... Biarlah, tidak demikian terpenting kembali tuk dibicarakan. Peristiwa ini telah 4 tahun berlalu serta saya tidak ingin selalu mengingatnya. Biarlah jadi masa lalu serta pelajaran yang bermakna buat saya.
Baca Juga: sistem operasi adalah
"Hey Anggy, besok ada perkuliahan tidak?" Saya kirim pesan singkat lewat WhatsApp pada Anggy.
"Hahahaha," balas Anggy seolah ada yang lucu dengan pertanyaanku.
"Memangnya kamu ingin kuliah dengan hantu ya, Yan? Besok kan hari Minggu!" Timpal Anggy waktu membalas pesanku dengan meningkatkan emoticon jengkel.
Artikel Terkait: teori stakeholder
"Hahahaha, sorry ya Nggy, saat ini saya maunya kuliah setiap hari agar masih bertemu Rara. Kan kamu sudah mengetahui itu."
"Ohhh. Demikian ya, jika kamu ingin, saya miliki nomornya nih agar kamu dapat hubungi ia. Ingin tidak?" Membaca balasan Anggy, saya terhenyak sebab bagaimana dapat Anggy temukan nomer Rara? Setahuku Anggy juga tidak demikian akrab dengan Rara. Dibanding saya cuma ingin tahu, mending saya tanyakanlah kebenarannya.
"Benar Nggy, kamu miliki nomornya Rara?"
Menanti balasan dari Anggy, tidak kunjung masuk. Saat ini tunjukkan jam 23.00, mataku makin meredup serta saya tidak dapat kembali meredamnya sampai saya pada akhirnya terpulas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar