Rabu, 18 September 2019

Berikut Trik Mengubah Warna Dinding Rumah Tanpa Harus Membeli Cat

Menjadi ‘kontraktor’ alias terpaksa harus mengontrak rumah tak jarang mengharuskan kamu mengeluarkan uang yang banyak. Tujuannya agar bisa menjadikan tempat tinggal menjadi homey.

Di sisi lain, untuk bisa mengubah rumah nuansa kontrakan tidak sebebas seperti rumah sendiri. Mengecat dinding misalnya, kebanyakan rumah kontrak tidak memperbolehkan penyewa untuk mengubah fasad atau warna cat dinding. Ada juga yang melarang menggantinya dengan wall paper. Melansir dari The Spruce, Jakarta, Senin (9/9/2019), ada sejumlah cara yang dapat kamu lakukan untuk memodifikasi tampilan dinding kamarmu tanpa harus mengeluarkan uang untuk mengecatnya.

1. Gantungkan Kain sebagai Wallpaper
Sebagian pemilik kost mungkin mengizinkan kamu untuk menggunakan wallpaper, tetapi kamu bisa saja menggunakan kain sebagai gantinya. Dengan menggunakan kain, kamu tidak harus menempel apapun pada dinding seperti halnya wallpaper.
Jadi kamu bisa meminimalisir kerusakan pada permukaan dinding yang dapat terjadi ketika menggunakan lem. Selain dapat memilih warna dan motif yang lebih bervariasi, penggunaan kain juga lebih menghemat biaya dibandingkan dengan menggunakan wallpaper.

Baca juga: Wallpaper Dinding Ruang Tamu

2. Tutupi Dinding dengan Gorden
Jika kamu lebih suka tampilan mewah dari kain, tutup salah satu dinding kamarmu dengan menggunakan tirai. Bentangkanlah tirai dari lantai ke langit-langit dan dari dinding ke dinding. Selain menambah warna, mereka akan meredam beberapa kebisingan dari lingkungan sekitar kamarmu. Kamu tidak harus membeli gorden yang baru, mencari di toko gorden bekas juga bisa jadi alternatif, lho! Selain mendapatkan harga yang lebih murah, kamu juga bisa menemukan gorden dengan model jaman dulu yang sangat unik.


3. Gunakan Kain Bergaya Vintage yang Antik
Cara lain yang dapat kamu lakukan untuk menambah warna dan pola pada dinding kamarmu adalah dengan menggunakan kain antik. Pilihan kain dapat bermacam-macam seperti permadani, selimut, permadani atau tenunan pengrajin. Kain dengan warna eksotis, warna-warni, ataupun potongan-potongan motif batik juga tak kalah cantiknya. Gantung kain vintage kamu dengan papan atau tiang kecil yang cocok untuk ukuran kain.

Baca juga: Harga Granit 60x60

4. Gantungkan Panel yang terbuat dari MDF atau Hardboard
Untuk menambahkan motif atau varian warna skala besar ke dinding kamarmu, potong panel dari MDF atau hardboard. Amplas ujung-ujungnya yang halus, lalu beri cat. Kamu dapat membiarkan panel polos, atau membingkainya dengan cetakan bingkai foto yang digunakan untuk panel dinding tradisional. Bautkan panel kamu ke dinding di lokasi strategis di sekitar ruangan kamar dan jangan lupa untuk menutup lubang saat kamu pindah kamar nantinya. Anda dapat membiarkan panel warna-warni Anda begitu saja atau melapisi potongan-potongan kecil karya seni berbingkai di atasnya.

Sebuah Perusahaan Hadirkan Bahan Bangunan Berkualitas

PT Gunung Mulia Distributor (GMD), distributor bahan bangunan di wilayah Bangka menggelar seminar untuk mengedukasi para kontraktor,  aplikator dan tukang serta berkolaborasi dengan empat brand terkemuka dibidangnya,  di Bangka City Hotel Pangkalpinang,  Sabtu,  (3/11/2018).

Acara ini dihadiri oleh Kepala Cabang PT Gunung Mulia Distributor wilayah Bangka (Jhony Tanjaya), Product Manager PT Warna Agung (Joseph),  Marketing Project PT Graha Excel Plastindo (Joko Purnomo),  Product Developer PT Bangun Perkasa Adhitamasentra (Djarot W).

Baca Juga : Triplek Tebal

Kepala Cabang PT Gunung Mulia Distributor wilayah Bangka,  Jhony Tanjaya,  mengatakan seminar dan edukasi ini dihadiri kurang lebih 50 orang kontraktor,  aplikator dan tukang yang digagas oleh Warna Agung Paint (Produsen Cat), Skydeck Roof (Atap Dingin),  Excel (Tandon Air),dan GRC Board (Papan Semen).

"Melihat kebutuhan pembangunan rumah dan bangunan yang terus berkembang,  maka sangat perlu diberikan edukasi untuk pelaku industri. Sehingga berguna pada pekerjaan sehari-hari meraka agar masyarakat dapat merasakan manfaat hunian yang berkualitas," jelasnya dalam Konferensi Pers kepada awak media.

Senada dengan itu,  Manager PT Warna Agung,  Joseph,  mengutarakan untuk produk Warna Agung Paint merupakan produsen cat Decolith,  Decolopus, dab Dexolux yang pada tahun 2013 meluncurkan serangkaian produk premiun untuk jenis cat tembok dekoratif.

Saran Redaksi : Gantungan Kunci Akrilik

Lalu untuk Skydeck adalah atap UpVc peredam panas dan peredam suara untuk kebutuhan industri dan hunian. Dibuat dengan lapisan pelindung UV yang mampu memantulkan panas hingga 75 persen.

Marketing Project PT Graha Excel Plastindo, Joko Purnomo, mengatakan Excel (Tandon Air)  adalah tangki air berbahan HMW -HDPE (High Moleculer Weight - High Density Polyethylene)  yang merupakan plastik dengan molekul padat sehingga meningkatkan kekuatan plastik hingga 2,5 kali lipat.

Lalu GRC Board (papan semen)  adalah pengganti triplek yang berfungsi untuk memperindah bangunan serta perawatan yang sangat minim, dengan tahan benturan,  tidak mudah terbakar,  tahan rayap, jamur, kedap suara dan tahan kelembaban.

Seminar dan edukasi yang diberikan berupa pembekalan produk dari tiap brand serta diskusi bersama dengan para kontraktor,  aplikator dan tukang yang mengupas tuntas mengenai perkembangan inovasi dan teknologi yang digunakan untuk pembangunan rumah dan bangunan.

Tips Renovasi: Cat Dinding Berkualitas Tapi Harganya Murah

Jika usia rumah sudah realtif lama, misal 5 tahun, maka Anda butuh merenovasi rumah Anda agar terlihat lebih indah dan merasa lebih nyaman. Pertimbangkan rencana renovasi rumah Anda sebagai rencana bisnis atau sebagai proyek khusus Anda, dengan anggaran yang sudah disiapkan tentunya. Anda bisa menyewa arsitek untuk membuat rencana renovasi untuk Anda, tetapi jika Anda ingin menghemat uang, langkah pertama adalah mengambil alih proyek dan melakukannya sendiri.
Dalam artikel ini kami berbagi beberapa ide tentang, 6 Cat Dinding Berkualitas Tapi Harganya Murah. Berikut ini ulasannya

1. Cat Tembok Dulux Catylac dengan teknologi Chroma-Brite
Cat Tembok Dulux Catylac dengan teknologi Chroma-Brite masuk dalam daftar merk cat tembok yang cocok untuk Interior karena ramah lingkungan dan tidak mengandung bahan merkuri, sehingga aman bagi penghuni dan lingkungannya. Keunggulan lainnya adalah bau cat yang tidak terlalu tercium atau lemah, sehingga tidak mengganggu suasana rumah! Harganya terjangkau mulai dari Rp 45.000 – Rp 1.020.000

Baca Juga : Cat Tembok Yang Bagus

2. Cat Tembok Nippon Paint dengan formula anti level Volatile Organic Compound (VOC)
Cat Tembok Nippon Paint dengan formula anti level Volatile Organic Compound (VOC) buatan Jepang ini mampu meminimalisir polutan atau VOC yang dipancarkan ke udara. Jika benar dalam pemakaiannya, maka penghuni rumah akan terhindar dari bau cat selama proses dan bahkan sesudah pengecatan. Selain bagus dan tahan lama, harganya juga menarik, muali dari harga: Rp 20.000 – Rp 2.000.000

3. Cat Tembok Avitex bagi yang punya cita rasa tinggi dan seni
Cat Tembok Avitex bagi yang punya cita rasa tinggi dan seni cocok bagi pemilik rumah yang suka dengan sentuhan warna-warna alami. Cat ini relatif lebih tahan lama dalam menahan kotoran yang menempel di dinding. Keunggulan lainnya adalah mudah digunakan, mudah dicuci, realtif cepat kering, dan juga tahan kusam. Harga juga terjangkau mulai dari Rp 25.000 – Rp 1.206.000.

4. Cat Tembok Jotun, mudah menghapus kotoran di dinding
Cat Jotun relatif mudah dibersihkan jika ada kotoran yang menempel didinding tersebut sehingga bisa menjadi pilihan yang tepat. Keunggulan lain dari cat tembok Jotun adalah mudah dihapuskan, mudah diaplikasikan, dan juga anti jamur dengan harga terjangkau mulai dari: Rp 55.000 – Rp 1.520.000

Saran Redaksi : Cat Aquaproof

5. Cat No Drop, cocok untuk permukaan tembok, beton, asbes, galvanis
Cat No Drop, cocok untuk permukaan tembok, beton, asbes, galvanis karena anti kebocoran mampu menahan hujan deras ataupun terkena air rembesan. Cat ini di desain khusus dengan karakteristik bahan yang elastis, kedap air, serta sangat tahan cuaca. Cat ini banyak dimanfaatkan untuk permukaan tembok, beton, asbes, galvanis, bahkan permukaan terakota mengingat harganya yang relatif murah mulai dari Rp 45.000 – Rp 749.500

6. Cat Tembok Decolith, ramah lingkungan bebas timbal dan juga merkuri
Cat Tembok Decolith, ramah lingkungan bebas timbal dan juga merkuri karena berbahan dasar full acrylic. Paling laris di kelasnya karena ramah lingkungan berbahan dasar air, serta bebas timbal dan juga merkuri. Keunggulan lain adalah cocok untuk ruangan yang luas dengan lapisan catnya tidak mengapur. Harag terjangkau mulai dari Rp 98.000 – Rp 496.000

Cerita Perjuangan Seorang Ibu: Jadi Kuli Bangunan demi Sekolah Anak

Ibu memang selalu melakukan apa saja demi kebaikan anaknya. Termasuk jadi kuli bangunan agar anak-anaknya bisa sekolah dengan baik.
Salah satunya Kadek Santo. Ibu berusia 50 tahun ini menjadi kuli bangunan demi bisa membiayai sekolah anaknya. Sambil mengecat sudut-sudut tembok SDN 26 Dangin Puri, Denpasar, Kadek Santo bercerita tentang awal mula dirinya jadi kuli bangunan.
"Ya pertamanya diajak suami, setelah anak saya besar-besar, baru saya ikut. Biasa saya ngaci atau ngecat," kata Kadek Santo saat berbincang dengan detikcom, Jumat (21/12/2018).
Baca Juga : biaya kuli bangunan ngecor
Pekerjaan sebagai kuli bangunan dia lakoni sejak pukul 08.00 hingga 17.00 Wita. Sebagai seorang ibu, dia baru berangkat bekerja setelah selesai masak dan beres-beres di rumahnya.
"Di rumah pagi pukul 05.00 Wita sudah masak. Selesai di rumah baru berangkat," ucapnya.
Selama 20 tahun bekerja sebagai kuli, kaus lengan panjang, celana panjang, topi, dan kaus kaki selalu menjadi 'seragam'-nya di kala bekerja. Kadek Santo menuturkan dirinya mendapat Rp 100 ribu per hari dari pekerjaannya tersebut. Uang itu selalu digunakan untuk biaya sekolah dan memberi jajan anak.
"Kerja begini dapat upah Rp 100 ribu per hari, dulu selama anak saya masih kecil saya ibu rumah tangga aja. Pas anak sudah agak gede, baru saya tinggal kerja, apalagi banyak kan tetangga-tetangga yang juga kerja begini, ya hasilnya buat nyekolahin anak, kasih jajan anak," terang nenek satu cucu itu.
Berkat perjuangannya, Kadek Santo mengatakan, dari keempat anaknya, ada satu orang yang bisa dia kuliahkan dan kini menjadi guru. Dia pun mengaku bangga karena bisa menyekolahkan anak-anaknya.
"Tinggal yang nomor 4 masih sekolah 1 SMA, yang lain sudah kerja," terangnya.
Senada dengan Santo, Gede Adi (41) juga menjadi kuli bangunan karena ajakan suami. Bedanya, De Adi mendapat mandat dari suaminya yang menjadi mandor untuk mengontrol tenaga proyek.
"Sebagai istri, saya hanya nurut suami. Kalau misal kerjaan suami saya pemborong, biar ada yang ngontrol, tenaga di proyek biar nggak telantar," kata De Adi di lokasi yang sama.
De Adi menjelaskan, meski menjadi istri pemborong, dia juga turun tangan mengerjakan pekerjaan proyek. Sedangkan suaminya memiliki tugas berbelanja bahan untuk proyek satu ke proyek yang lain hingga urusan administrasi ke pemerintahan. Dari mulanya yang tidak tahu sama sekali soal nama alat-alat, kini De Adi sudah mahir menyemen ataupun mengecor.
Baca Juga : Harga Papan Kayu
"Pertamanya, ya, saya disuruh belanja bahan proyek, dari situ tahu nama-namanya terus ngelihat dulu. Baru mulai bantu-bantu sampai sekarang deh, pokoknya pekerjaannya kotor tapi berat, apalagi kalau ngecor, badan itu rasanya badan sakit semua, kalau nyemen kan masih ringan," urai wanita yang sudah bekerja sebagai kuli bangunan selama 18 tahun itu.
Cerita Perjuangan Ibu di Bali: Jadi Kuli Bangunan Demi Sekolah AnakFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Suka-duka bekerja sebagai kuli bangunan turut dia rasakan bersama para pekerjanya. "Namanya kita kerja, ada sih panas mengeluh dah semuanya, apalagi sumpai nggak ada angin pada merah-meruh (ngeluh). Selain itu, kalau pas dapat proyek ngecor di tempat sampah itu aduh baunya amis, belum lagi kalau ada tenaga proyek yang takut manjat sampai ke lantai 2 ya saya deh," terang ibu dua anak itu.
Meski begitu, De Adi tetap senang melakoni pekerjaannya. Apalagi kini anak sulungnya juga sudah disiapkan untuk membantu pekerjaan orang tuanya.
"Anak saya yang pertama disekolahkan di SMK jurusan arsitek, inginnya kuliah ambil teknik biar besok bisa bantu-bantu bapaknya," ujarnya semringah.
Meski lelah bekerja, De Adi tak melupakan kewajiban sebagai ibu. "Kalau itu tetep, jam 04.00 Wita saya sudah bangun, bikin banten, masak. Kerjaan di rumah harus ambil dulu, kewajiban itu, setelah itu baru jam 08.00 Wita mulai kerja," terang wanita asal Desa Gulingan, Mengwi, itu.