Kendala yang dihadapi diantaranya kesehatan gigi dianggap kurang penting, korelasi dengan kesehatan umum belum disadari, frekuensi kunjungan ke dokter gigi kurang, akses pelayanan kesehatan sulit, tenaga profesional terampil minim, belum meluas ke dalam kurikulum ataupun pendidikan tambahan, dan minimnya informasi (dokter gigi/ortu).
Baca Juga: komunikasi verbal
Pada seminar itu, hadir para dokter gigi anggota Ikatan Dokter Gigi Indonesia (IDGI), dosen Fakultas Kedokteran Gigi Perguruan Tinggi Jakarta, dan profesional bidang kesehatan gigi.
Selain Prof Oewen, dihadirkan pula lima pembicara utama lainnya yaitu Drg. Sarah Mersil, Sp. PM. Spesialis Penyakit Mulut; Drg. Albert Suryaprawira, MScD (UK), MOhRCS, Sp. Ort. Spesialist in Ortodontics; Drg. Fransiska Nuning Kusmawati, SP. Prost. Spesialis Prostodonsia (Pendiri dan penggagas de Medical Resindence); Drg. H. Rizal Rivandi Simatupang, SpBM, MM, MARS; dan Head of Conservative Dentistry Department, FKG UPDM(B), Dr. Rina Permatasari, drg, SP. KG.
Artikel Terkait: pengertian Retensi
Selain seminar, dilaksanakan pula ziarah ke makam pendiri universitas, Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo, pengabdian kepada masyarakat bersama institusi pendidikan lain berupa pengobatan dan penyuluhan kesehatan gigi terhadap anak-anak sekolah dasar di Kalimantan, bimbingan pengembangan ekonomi, seminar akademik, jalan sehat dan lain-lain. Pada puncak perayaan akan diwisuda sekitar 1,000 sarjana dan magister.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar