Daawia Suhartawan juga dikenal sebagai dosen yang melakukan konservasi kupu-kupu di laboratorium Universitas Cendrawasih. Dia menjelaskan, pihaknya tengah merancang kerja sama dengan Kantor Pos, membuat prangko anggrek Bulbophyllum irianae, sebagai upaya memperkenalkan ke masyarakat luas.
Baca Juga: morfologi tumbuhan
“Kami tetap ingin berjumpa Ibu Iriana. Kami sudah berbicang dengan Asisten 2 Gubernur Papua, untuk diagendakan pertemuan di Jakarta,” ungkap Daawia melalui pesan singkatnya Minggu, 28 Oktober 2018.
Baca Juga: mitokondria adalah
Pembangunan museum
Untuk meningkatkan pemahaman dan apresiasi keanekaragaman hayati, alam, dan budaya, para akademisi pun mengusulkan membuat museum sejarah alam dan kebun raya di Papua.
Artikel Terkait: perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis
Tujuannya, menunjang konservasi, menampung koleksi, serta tempat penelitian. Ide ini digaungkan pada sesi terakhir ICBE 2018, sebagai wujud deklarasi “Pembangunan Berkelanjutan” yang dikumandangkan Papua dan Papua Barat.
Museum dapat menjadi bank informasi dan sarana edukasi. Setiap kebijakan mengacu kajian-kajian ilmiah dan data yang tersebar bisa dihimpun. “Siswa TK sampai Perguruan Tinggi, bisa mengakses pengetahuan dan budaya Papua yang masih minim penelitian,” terang Keliopas Krey, akademisi dari Universitas Papua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar