Novel Baswedan, penyidik senior KPK itu sekarang buta beberapa sesudah tahun kemarin disiram air keras. Hampir dua tahun berjalan, masalah ini mentok di jalan hukum. Masalah ini juga diangkat jadi satu karya sastra.
Novel “Teror Mata Abdi Astina” bercerita tokoh fiksi yang disebut penyidik Instansi Anti-Korupsi Nasional (Lakon). Pria bernama Sindu itu berusaha sendirian memberantas korupsi.
Baca Juga: teks eksposisi
“Nah ia berusaha sendirian untuk memperjuangkan kebenaran tersebut. Tetapi nyatanya imbas serta efeknya ia justru terserang. Dalam penyerangan itu malah tidak ada yang menolong dari penegak hukum yang berkaitan lalu dari pihak negara.
Pada akhirnya ia cuma pasrah pada yang diatas. Sebab cuma itu yang dapat ia kerjakan,” cerita Agus Dwi Prasetyo, jurnalis yang menulis buku itu.
Cerita diatas mungkin memperingatkan pada masalah Novel Baswedan, penyidik KPK yang pada April 2017 disiram air keras oleh seorang hingga beberapa penglihatannya buta. Novel sudah sempat memulihkan penglihatannya di Singapura serta sekarang telah kerja kembali menjadi penyidik. Akan tetapi sampai sekarang ini, polisi belumlah sukses temukan aktor serta dalang penyerangan itu. Sumber: eksposisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar