Kamis, 04 Oktober 2018

Yuk Simak Alasan Ahmad Fuadi Angkat Tema Perantauan di Novel 'Anak Rantau'

Jakarta - Ahmad Fuadi menerbitkan novel ke-4 yg berjudul 'Anak Rantau'. Kenapa penulis kelahiran Bayur Maninjau, Sumatera Barat, tetap membawa obyek perantauan?

Baca juga : contoh teks prosedur kompleks
Penulis 'Negeri 5 Menara' yakin tiap-tiap manusia merupakan perantau. Tiap-tiap orang yang pasti punyai insting merantau dari satu tempat ke tempat yang lain.

" Sekurangnya kita merantau ke kota, balik kampung, begitu juga demikian sebaliknya. Ada perantau yg ubah tempat, juga ada yg hanya cukup pemikiran. Menurut saya, obyek ini yg senantiasa ada selama manusia ada, " papar Ahmad Fuadi disaat menyambangi kantor detikHOT, Gedung Trans TV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017) .

Ahmad Fuadi lantas kerapkali berpindah-pindah. Lahir di Tanah Minang, di umur 15 tahun dia mondok dalam sesuatu pesantren. Selesai mondok, Ahmad Fuadi ke Bandung terus belajar lagi di Kanada sampai Amerika Serikat, Singapura, terus kembali ke Jakarta.

Argumen Ahmad Fuadi Angkat Obyek Perantauan di Novel 'Anak Rantau'Alasan Ahmad Fuadi Angkat Obyek Perantauan di Novel 'Anak Rantau' Poto : Asep Syaifullah

Artikel terkait : unsur intrinsik dan ekstrinsik novel
" Hidup merupakan perantauan. Amat banyak hikmah yg diterima dari merantau. Ketenangan di satu tempat bukan ketenangan selama-lamanya, " lanjut Ahmad Fuadi.

Puisi Imam Syafi'i terkait perantauan yg sejauh ini digenggam dalam perjalanan Ahmad Fuadi. 'Merantaulah karena itu kamu bakal dapatkan kerabat'.

Novel 'Anak Rantau' terbitan Falcon Publishing udah launching serta saat ini ada di penjualan dengan cara online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar