Jumat, 26 Oktober 2018

Tak Disangka , Banjir hingga 2 Meter Ratusan Rumah Warga Medan

Hujan deras yg menyerang.menimpa Kota Medan serta seputarnya sejak mulai Sabtu, 15 September 2018, mulai waktu 18. 00 WIB sampai Minggu (16/9/2018) , sebabkan beberapa sungai meluap.

Gara-gara meluapnya beberapa sungai yg berada pada Kota Medan ini, banjir di beberapa daerah gak dapat dicegah. Terutama beberapa daerah yg ada di bantaran sungai, bahkan juga banjir pun berlangsung di daerah Universitas Kampus Sumatera Utara (USU) .
Baca juga : contoh teks eksplanasi banjir

" Sejak mulai subuh air naik, hingga universitas, " kata seseorang penduduk yg bertempat di Jalan Dr Mansyur, Padli.

Pantauan Liputan6. com, banjir di daerah Universitas USU dimulai dari pintu 1 hingga pintu 4. Ketinggian air di ke-4 jalan khusus universitas rata-rata semata-mata kaki orang dewasa. Banjir sangat kritis berlangsung di muka Universitas USU, pasnya di Jalan Dr Mansur.


Di jalan yg ada di Kecamatan Medan Baru itu, air capai setinggi pinggang orang dewasa. Situasi ini merepotkan pengendara yg melintas. Gak dikit pengendara mesti balik arah, namun juga ada yg memaksa menerobos.

Tidak cuman di daerah Universitas USU, daerah yang lain pun terdampak banjir, seperti permukiman penduduk di daerah Jalan Dipanegara, dekat Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Padang Bulan. Di daerah ini, beberapa ratus rumah terendam air sampai ketinggian dua mtr..

Pihak Tubuh Penanggulangan Petaka Daerah (BPBD) Kota Medan menyebutkan, banjir yg capai 180 cm berlangsung di Jalan Pamen, Lingkungan III, Gang Napindo, serta Lingkungan VII, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Medan Baru.  Dari kabar teranyar, ketinggian air lebih kurang 150-180 cm masuk rumah penduduk.

Manager Pusdalops BPBD Kota Medan, M Yunus menyebutkan, rumah terdampak banjir di Lingkungan II, Gang Napindo semakin bertambah berubah menjadi 10 Rumah/12 KK, sesaat Lingkungan VII 20 Rumah/30 KK. Penduduk mengungsi di posko Keltana, dengan banyaknya pengungsi lebih kurang 100 orang.

" Cuaca berawan. Anggota tetap bertahan di area buat pemantauan lanjut. Ruangan terdampak banjir bertambah luas,  " ujarnya.

Artikel Terkait : teks eksplanasi adalah

2 dari 2 halaman

Yunus menuturkan, banjir pun menyerang.menimpa Jalan Saudara, Gang Mandor, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang. Up-date ketinggian air alami penurunan, berubah menjadi lebih kurang 90-110 cm. Lantas di Jalan Luku, Gang Berbarengan Lingkungan III, Kuala Bekala Medan Johor, up-date ketinggian air alami penurunan berubah menjadi lebih kurang 80-70 cm.

" Penduduk tetap mengungsi di Masjid Al Mutaqen. Anggota tetap bertahan di posko pengungsian buat pemantauan seterusnya. Cuaca berawan, " ujar Yunus.

Sesudah itu, Jalan Mantri, Lingkungan III serta IV, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun. Buat ketinggian air teranyar alami Kenaikan berubah menjadi lebih kurang 150-170 cm. Pengungsian dipusatkan di Posko Keltana, Kelurahan Aur.

Sesaat, di Lingkungan VIII serta IX, Gang Bidan, serta Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, up-date ketinggian air teranyar lebih kurang 150-180 cm masuk rumah penduduk. Dan, cuaca lebih kurang area tetap berawan.

" Pengungsian terpusat di Kantor Lurah Sei Mati, " pungkasnya.

Yunus mengatakan, rumah terdampak di Gang Merdeka sejumlah 38 rumah/92 KK serta Gang Bidan terdampak sejumlah 428 rumah atau 572 KK. Ruangan terdampak banjir luapan bertambah luas. Anggota pun bertahan di area buat pemantauan kelanjutan.

Buat di Lingkungan VI, Keluraha Beringin, Kecamata Medan Selayang, up-date ketinggian air teranyar lebih kurang 90-110 cm masuk rumah penduduk, serta alami penurunan. Situasi cuaca berawan. Pengungsian penduduk buat sesaat nihil, dan rumah terdampak banjir sejumlah 98 rumah atau 120 KK.

Paling akhir di Lingkungan VII, Kelurahan Titi Rante, Kecamatan Medan Baru. Up-date ketinggian air teranyar lebih kurang 100-150 cm masuk rumah penduduk. Di daerah ini, penduduk yg tempat tinggalnya terdampak di Gang Kali sejumlah 40 KK, Gang Sada Arih sejumlah 15 KK, Gang Angkir sejumlah 15 KK.

" Penduduk udah mengungsi ke daerah atau rumah beda yg tambah tinggi, " Yunus menandaskan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar