Waktu mengikuti anak-anak belajar, orang-tua semestinya tidak langsung mengoreksi saat buah hati lakukan kekeliruan, tetapi memberikan peluang serta menolong anak mencari tahu serta mengoreksi sendiri kekeliruannya, kata pegiat pendidikan.
" Jika disebut salah, kelak di kuatirkan anak tidak ingin coba lagi, " kata pegiat pendidikan sekaligus juga Kepala Sekolah Aluna Rina Jayani dalam acara kursus Belajar Baca serta Catat dengan Cara Montessori untuk orang-tua di Jakarta, Sabtu.
Jika dicap lakukan kekeliruan waktu lakukan salah dalam belajar, menurut Rina, keyakinan diri anak dapat alami penurunan.
Rina menjelaskan aplikasi cara Montessori, cara pendidikan berdasar pada teori perubahan anak dari pendidik Italia yang bernama Dr Maria Montessori.
Di sekolahnya, kata Rina, bila anak lakukan kekeliruan karena itu proses belajar anak akan dihentikan serta setelah itu guru kelas akan mengulang-ulang pelajaran pada tingkatan dimana anak masih tetap lakukan kesalahan sebelum meneruskan pada tingkatan selanjutnya.
" Di cara Montessori tidak bisa benar-benar mempersalahkan anak, tetapi langsung diperbaiki, " kata Rina, Kepala Sekolah Harmony Montessori.
Baca Juga: MEA 2018
Ia juga merekomendasikan orang-tua bicara sekedarnya supaya tidak mengganggu konsentrasi anak waktu mengikuti belajar.
Artikel Terkait: pengertian ilmu ekonomi
Rina juga menguraikan filosofi cara Montessori dalam mengajarkan anak baca catat, diantaranya memprioritaskan pandangan arti sebelum mulai menulis serta membaca supaya anak mengerti apakah yang dipelajari, bukan hanya mengingat.
Ia menuturkan juga jika dalam aplikasi cara itu anak terlebih dulu diajari menulis sebelum membaca serta memahani cukuplah banyak kosa kata, dan belajar dari bentuk konkret baru ke abstrak, dari yang gampang ke susah.
Diluar itu, menurutnya, perulangan pelajaran dikerjakan supaya anak kuasai serta mengerti dengan baik materi yang di ajarkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar