Bappenas mendorong pengembangan jenis triple helix untuk tingkatkan daya saing Indonesia. Bappenas bakal menguatkan kolaborasi pada pemerintah, industri, serta perguruan tinggi/instansi Iptek.
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan, lewat kerja sama ini, hasil-hasil riset yang dikerjakan beberapa akademisi serta peneliti di perguruan tinggi bisa diterapkan industri. " Lalu di kembangkan jadi product komersial untuk kebutuhan pasar serta usaha, " kata Bambang, Jumat (6/7).
Kerja sama ini, kata Bambang, juga menuntut perguruan tinggi untuk lebih responsif pada keperluan industri dengan mengacu pada kebijakan pemerintah. Pemerintah juga bakal memberi insentif perpajakan berbentuk double tax deduction manfaat mensupport aktivitas penelitian hingga terbentuk inovasi baru yang bisa digunakan industri dalam negeri.
Menurut Bambang, inovasi maka kunci perkembangan ekonomi seperti trend di banyak negara. Bahkan juga, ekonomi yang didorong lewat inovasi jadi tumpuan untuk negara-negara di Asia yang tengah bergerak maju, seperti Korea Selatan, Thailand, Malaysia, serta Taiwan.
“Inovasi dapat juga membuat efisiensi dalam perekonomian, hingga beberapa produk yang dibuat makin kompetitif, ” kata Bambang.
Dia menyampaikan, arah pembangunan Iptek bakal difokuskan pada terpentingnya penelitian serta pengembangan untuk membuat inovasi.
Dalam Gagasan Kerja Pemerintah (RKP) 2018, kebijakan pembangunan Iptek 2018 diarahkan untuk tingkatkan support Iptek untuk daya saing bidang produksi lewat penelitian serta pengembangan, service perekayasaan, service support penambahan kualitas, serta pengembangan tehnologi nuklir (sipil). Diluar itu, tingkatkan support Iptek untuk keberlanjutan serta pemakaian sumber daya alam.
“Pemerintah selalu berikan support penuh untuk mendorong percepatan pembangunan Iptek untuk terbentuknya inovasi, " tuturnya.
Baca Juga: konflik sosial di indonesia
Berdasar pada Global Competiveness Index (GCI) 2017-2018, Indonesia tempati posisi ke-36 dari 137 negara. Meskipun demikian, posisi Indonesia tetap rendah dalam soal pilar persiapan tehnologi serta pilar inovasi.
Artikel Terkait: pengertian motivasi menurut para ahli
Tanda lainnya seperti peran tehnologi tinggi pada export manufaktur juga tetap rendah. Sumber daya Iptek yang mencakup pendanaan, jumlahnya serta kwalitas peneliti serta perekayasa, sampai tingkat produktivitas Iptek yang terkait dengan paten serta publikasi ilmiah juga belumlah maksimal.
Bambang menyampaikan, kerja sama triple helix cuma satu diantara taktik untuk tingkatkan daya saing. Taktik lainnya yang butuh dikerjakan yaitu adopsi serta aplikasi Iptek, penambahan kapabilitas serta kemandirian Iptek, pengembangan tehnologi berbasiskan maritim, juga pengembangan dana inovasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar