Sebanyak 50 pabrik Indonesia telah beroperasi di Vietnam dan Thailand. Potensi ekspor nasional bisa lebih ditingkatkan terutama melalui pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN.
Airlangga pun mencontohkan, industri kemasan, makanan hingga semen yang keberadaannya harus dekat dengan konsumen, tidak efisien lagi untuk ekspor menggunakan transportasi karena tidak sebanding biayanya.
Baca Juga: perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI
"Maka dia harus ekspansi dalam bentuk corporate action. Di situ Kemenperin terus dorong," ujarnya.
Baca Juga: sistem pemerintahan parlementer
Beberapa perusahaan, lanjut Airlangga, telah membuka pasar baru seperti di Nigeria. "Kita sudah ada pabrik makanan di sana, dan rencana baru akan ekspansi lagi perusahaan berbasis pupuk," ungkapnya.
Artikel Terkait: pengertian prestasi belajar
Menperin menambahkan, pemerintah tengah berupaya memperbaiki sejumlah regulasi untuk semakin menggenjot ekspor Indonesia. Misalnya, Kemenperin telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai revisi perpajakan agar sedan tidak dimasukkan lagi ke dalam kategori kendaraan mewah.
"Kami ingin revisi struktur perpajakan industri otomotif, termasuk Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kami berharap untuk sedan tidak lagi jadi barang mewah," ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar